Ternak Sapi

 

Bapak Marjono adalah seorang pengusaha sapi yang bertempat tinggal di Dukuh Cingkrikan, Desa Kepurun, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, ia lahir di Klaten pada tanggal 19 Agustus 1976. Beliau akrab dipanggil Om Marjono. Ia adalah pemilik dari peternakan sapi skala kecil di desanya. Beliau hanya bersekolah sampai dengan lulus SMP, dikarenakan orangtuanya tidak punya biaya. Bapak Marjono menikah pada tahun 2000 dengan Ibu Sumarsih dan dikaruniai anak perempuan bernama Anisa Fitriani.

Pada tahun 2001 Bapak Marjono mempunyai uang sebesar 6 juta rupiah hasil dari kerja kerasnya sendiri. Modal itu digunakan untuk membeli 1 ekor sapi yang berharga 6 juta, 1 ekor sapi itu dikembangkan menjadi kurang lebih sekitar 20 ekor sapi.

Dalam mengembangkan usaha sapi ia mempunyai hambatan yaitu kesulitan dalam mencari hijauan pakan pada musim kemarau. Rumput liar sangat sulit dicari dan harga pakan konsentrat pun tidak menentu. Dalam mengembangkan usaha sapinya yaitu harga jual sapi sangat melemah dikarenakan bobot badan sapi menurun akibat pada musim kemarau melanda sulit mencari hijauan.

Namun bapak Marjono berfikir jenius dalam mencari hijauan di musim kemarau, dia berfikir untuk membuat fermentasi pakan dari jerami, setelah ia mempunyai ide itu ia langsung membuat fermentasi pakan dari jerami, menjadi Hay. Dalam membuat fermentasi tersebut ia mengalami keberhasilan.

Setelah itu bapak Marjono mencari pekerjaan tambahan dikarenakan mengembangkan usaha sapi tersebut memerlukan modal yang banyak. Ia mendapatkan pekerjaan di PT Kepurun Pawana Indonesia di sebuah bidang penggilingan bakso dan penyembelihan sapi, Bapak Marjono tidak lupa dengan usahanya sendiri dalam mengembangkan usaha sapinya itu.

Setelah ia bekerja di PT Kepurun Pawana Indonesia ia mempunyai modal 15 juta dan dia pergunakan untuk membeli 1 ekor indukan sapi lagi. Setelah beberapa tahun usaha sapinya ia tekuni kini  usaha sapi bapak Marjono berkembang banyak, yaitu 20 ekor sapi. Selama 18 bulan sekali ia menjual anakan sapi tersebut dikarenakan tempat untuk memelihara sapi tersebut tidak memadai. Dalam menjual 1 ekor sapi tersebut ia mendapatkan uang sebanyak 15 juta ia pun sekarang hidup berkecukupan.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan